Saturday, October 6, 2018

Tari hujan




tari-hujan,ramlansinaga28.blogspot.co.id
tari hujan - ramlansinaga28.blogspot.co.id


Tari hujan adalah tarian yang dilakukan untuk menurunkan hujan dan juga untuk melindungi panen.


Berbagai interpretasi "tari hujan" dapat ditemukan di berbagai kebudayaan, dari Mesir Kuno sampai beberapa suku asli Amerika. Tarian ini masih dapat ditemukan pada abad ke 20 di Balkan, di ritual bernama Paparuda (Romania) atau Perperuna (Slavia).

Tari tanggai

tari-tanggai,ramlansinaga28.blogspot.co.id
tari tanggai - ramlansinaga28.blogspot.co.id




Tari tanggai adalah sebuah tarian yang disajikan untuk menyambut tamu yang telah memenuhi undangan.  Tari tanggai biasanya dipertontonkan dalam acara pernikahan adat daerah Palembang.   


Tari tanggai menggambarkan keramahan, dan rasa hormat masyarakat Palembang atas kehadiran sang tamu dan dalam tari ini tersirat sebuah makna ucapan selamat datang dari orang yang mempunyai acara kepada para tamu.  


Tari tanggai memiliki persamaan dengan tari Gending Sriwijaya.  Perbedaannya adalah Tari tanggai dibawakan oleh 5 orang sedangkan tari Gending Sriwijaya dibawakan oleh 9 orang dan perlengkapan penari Gending Sriwijaya lebih lengkap dibandingkan dengan Tari tanggai.  


Penari tari Tanggai menggunakan pakaian khas daerah seperti kain songket, dodot, pending, kalung, sanggul malang, kembang urat atau ramai, tajuk cempako, kembang goyang dan tanggai yang berbentuk kuku terbuat dari lempengan tembaga dan kerana tanggai yang dipakai penari, maka tari ini dinamakan tari tanggai.


Tari ini merupakan perpaduan antara gerak yang gemulai dengan busana khas daerah sehingga penari kelihatan lebih anggun. Kelenturan gerak dan lentiknya jemari penari menunjukan betapa tulusnya tuan rumah memberikan penghormatan kepada tamu. Perpaduan gerak gemulai penari dengan harmoni lagu pengiring yang berjudul “enam bersaudara” melambangkan keharmonisan hidup masyarakat Palembang.


Pada zaman sekarang, tari tanggai selain dipertontonkan dalam acara pernikahan masyarakat Palembang,tari ini juga dipertontonkan dalam acara-acara resmi organisasi dan pergelaran seni di sekolah-sekolah. Sanggar-sanggar seni di kota Palembang banyak yang menyediakan jasa pergelaran tarian tanggai ini, lengkap dengan kemewahan pakaian adat Sumatra Selatan.

Friday, October 5, 2018

Srimpi



srimpi-ramlansinaga28.blogspot.co.id


Srimpi adalah bentuk repertoar (penyajian) tari Jawa klasik dari tradisi kraton Kesultanan Mataram dan dilanjutkan pelestarian serta pengembangan sampai sekarang oleh empat istana pewarisnya di Jawa Tengah (Surakarta) dan Yogyakarta.


Penyajian tari pentas ini dicirikan dengan empat penari melakukan gerak gemulai yang menggambarkan kesopanan, kehalusan budi, serta kelemahlembutan yang ditunjukkan dari gerakan yang pelan serta anggun dengan diiringi suara musik gamelan. Srimpi dianggap mempunyai kemiripan posisi sosial dengan tari Pakarena dari Makasar, yakni dilihat dari segi kelembutan gerak para penari dan sebagai tarian keraton.


Sejak dari zaman kuno, tari Serimpi sudah memiliki kedudukan yang istimewa di keraton-keraton Jawa dan tidak dapat disamakan dengan tari pentas yang lain karena sifatnya yang sakral. Dulu tari ini hanya boleh dipentaskan oleh orang-orang yang dipilih keraton. Serimpi memiliki tingkat kesakralan yang sama dengan pusaka atau benda-benda yang melambang kekuasaan raja yang berasal dari zaman Jawa Hindu, meskipun sifatnya tidak sesakral tari Bedhaya.


Dalam pagelaran, tari serimpi tidak selalu memerlukan sesajen seperti pada tari Bedhaya, melainkan hanya di waktu-waktu tertentu saja. Adapun iringan musik untuk tari Serimpi adalah mengutamakan paduan suara gabungan, yakni saat menyanyikan lagu tembang-tembang Jawa.


Serimpi sendiri telah banyak mengalami perkembangan dari masa ke masa, di antaranya durasi waktu pementasan. Kini salah satu kebudayaan yang berasal dari Jawa Tengah ini dikembangkan menjadi beberapa varian baru dengan durasi pertunjukan yang semakin singkat. Sebagai contoh Srimpi Anglirmendhung menjadi 11 menit dan juga Srimpi Gondokusumo menjadi 15 menit yang awal penyajiannya berdurasi kurang lebih 60 menit.


Selain waktu pagelaran, tari ini juga mengalami perkembangan dari segi pakaian. Pakaian penari yang awalnya adalah seperti pakaian yang dikenakan oleh pengantin putri keraton dengan dodotan dan gelung bokor sebagai hiasan kepala, saat ini kostum penari beralih menjadi pakaian tanpa lengan, serta gelung rambut yang berhiaskan bunga ceplok, dan hiasan kepala berupa bulu burung kasuari.


Tari adar


tari-adar,ramlansinaga28.blogspot.co.id



Tari Adar adalah tari pergaulan di Bali sejenis dengan tari Joged Bumbung. Apabila dilihat dari sifat-sifat pementasannya, dapat diperkirakan bahwa Tari Adar merupakan bentuk mula dari Joged Bumbung dan perkembangan dari Joged Leko atau Joged Legong.


Tarian ini hanya terdapat di daerah Tabanan, antara lain di desa Gebug, Selingsing, Kerambitan, dan Kediri yang biasanya dijadikan pertunjukkan setelah musim panen. Tarian ini sering sekali dipentaskan bersama-sama dengan Joged Leko.


Tarian ini dipertunjukkan pada sebuah tempat yang berbentuk segi empat panjang dimana penarinya duduk di belakang gambelan dan menutupi mukanya dengan kepet (kipas tari) kemudian serentak menyanyi dan disusul dengan menari secara bergantian.


Sebelum menari, penari-penari itu merupakan pedagang-pedagang kecil yang menjual makanan dan minuman seperti kacang, pisang, sirih, arak, berem dan sebagainya di sekitar tempat pertunjukkan.


Yang menarik dalam pertunjukkan ini adalah nyanyian yang membawakan lagu-lagu rakyat. Selain sebagai hiburan, pertunjukkan ini juga bertujuan untuk mengumpulkan dana, karena para pengibing (penari laki-laki) yang mengajak penari untuk menari, membayar sesuai dengan kemampuan masing-masing.


Tentu saja pengibing yang membayar paling banyaklah yang mendapat kesempatan pertama menari dan mengajak penari itu pergi. Penari mengenakan busana yang sangat sederhana terdiri dari kain songket (tenunan Bali), kebaya, selendang, dan hiasan kepala serupa dengan gelungan (tutup kepala) Janger.